selamat lebaran ….
haPy iduL FitRi,,
Lebaran udah dateng lagi…
kembali ke fitri…
kembali dari nol lagi…
MINAL AIDzin wal Faidzin buat semuanya………….
Semoga tahun depan kita masih diberi kesempatan buat lebaran lagi,,
Hepi idul Fitri..
selamat lebaran ….
haPy iduL FitRi,,
Lebaran udah dateng lagi…
kembali ke fitri…
kembali dari nol lagi…
MINAL AIDzin wal Faidzin buat semuanya………….
Semoga tahun depan kita masih diberi kesempatan buat lebaran lagi,,
Hepi idul Fitri..
Rasa itu terpercik lagi.
Letupan perasaan yang sekian lama tak lagi terasa.
Perasaan nyaman atas keadaan. Perasaan yang semoga tetap bertahan lama.
29 September 2008 anak SOSRO (IPS2, kelas saya dulu) buka bareng…. Awalnya memang ada sedikit kenggenan pas berangkatnya. Emm,rada males juga…kan lusa udah lebaran. Pengennya ngumpul sama keluarga. Tapi dengan sedikit sisa semangat menjelang berbuka dan tanpa berharap banyak saya dan teman saya; tre, ndari, bunga (mereka sahabat2 saya ^^) akhirnya berangkat.
Semua rencana yang sudah dikoordinasikan sebelumnya batal, ganti rencana baru yang ternyata belum jelas juga rencana. Rada bete juga siy awalnya, gara-gara nyari tempat buat ber-18 orang (dari 38 jumlah anak sosro) yang susah banget gara-gara udah mepet waktu buka.
Singkat cerita setelah diskusi panjang (hayah…lebay) akhirnya dapet. Di Echo Roso. Malah ada kejadian lucu… gara-gara kita diskusi sambil jalan, beberapa temen saya…fahmi,acik,feri malah udah duluan ke resto yang tadinya emang jadi option kita…yang ternyata bukan itu yang kita tuju. malah udah pesen tempat katanya…dodol… Jadi ya mau ga mau mereka mesti batalin…malu-malu deh… hyahahaa..
Dan kita makan…sambil ngobrol-ngobrol, sambil becanda-becanda, crita-crita… emang biasa siy… tapi nyatanya sesuatu yang lama tak pernah saya rasakan kembali muncul. Perasaan hangat, perasaan nyaman. Meski hanya dengan melihat teman-teman, meski harus jadi korban bahan becandaan,, semua perasaan jelek saya luruh…hanya menyaksikan tawa mereka… (waaaaaaaa jadi pengen nangis)…
betapa berartinya waktu dua tahun saya dulu….
Temand-temand terima kasih….
Eniwey…
Tgl 27 sebelumnya, saya juga baru buka bareng dini, asri, cope… kita tetep gila-gilaan. Yang makin jadi ternyata…. Wakakakkaq
Makan nasgor di LP, pake beli es campur segala… dan ternyata masih belum puas,, karena apa…setelah kita tarawih di skul, kita masih menyempatkan diri makan lagi di jagungan gor.ck_ck_ck terasa betapa rakusnya kita….hyahahaha
Kita ngobrolin banyak hal. Mulai dari premiernya Laskar Pelangi (sial, saya belum nonton) yang diobrolin asri sama dini (cope juga belum nonton ternyata), sampai kegiatan kampus, temen, rumput sana-sini (hihihi tetep), juga tentang kesamaan kita yang mulai “mbedul”… baca al quran yang jarang (belum khatam gila…bahkan sampai hari itu H-3 lebaran), jarang ngedengerin ceramah, omongan kita yang makin kaya “kosakata baru” wakakaqk… sumpah…ternyata kita ngerasain hal yang sama…
Lucunya… ketika kita selesai tarawaih di skul itu, kebeneran pas ujan, jadi niatnya nunggu ujan reda sambil ngobrol lagi (karena masih banyak yang pengen kita obrolin)… eee….jeng jeng jeng…ada sesosok gadis bermukena mendekati kita….dia berkata,”mbak…mau bantuin kita nyelesaiin tadarusan ga, biar cepet selesai…”
Gubrak.. kita saling berpandangan… males abiz… tapi gimana, moso nolak. Akhirnya setelah bernegosiasi akhirnya kita mau bantuin dengan catatan tanpa saling menyimak, jadi kita berempat kebagian 1 juz dan harus nyelesaiin. Ya sutra…kita bagi deh satu juz itu….
Gila… kita seperti ditampar (lebay!) iyalah…baru aja kita saling crita kalo jarang banget baca quran. Naaa… ini malah disuruh ikut tadarus…
Terus pas kita mau cabut nyari tempat tongkrongan kedua, e…. kita ketemu pak gi (salah satu TU skul yang emang abiz jadi imam tarawih tadi. Dan awalnya emang ngobrol basa-basi, tapi tak berapa lama… si bapak itu seperti nyeramahin kita. Beneran, apa yang beliau omongin itu seperti mengingatkan kita berempat. Ini tamparan yang kedua. Waaaa….betapa berdosanya kita, sampai-sampai Tuhan mengingatkan kita secara bersama-sama.
Tamparan ketiga,,gara-gara emang malam itu ujan, kita yang abiz taraweh masih pengen nongkrong…akhirnya nekat nyari tempat tongkrongan di jagungan gor daerah saya. Kita makan cemilan, minum lagi, ngobrol lagi, becanda lagi. Sampai jam 9 kita pulang.
Esoknya tak disangka tak dinyana…. Eng ing eng….. si asri sms saya bilang dia diare…mugnkin gara2 masuk angin keujanan pas malemnya, woaaa,,, saya juga mengalami hal yang sama, sejak siang sampai sore saya juga diare. Ternyata dini juga… dan teryata lagi…. Karena emang cope pas kita buber itu udah rada flu, dan dia nekat minum es…keujanan pula…akhirnya flunya tambah parah…hyahahaaa… betapa kompaknya kita….kita berempat kacau…wakakaqkk…bener2 parah…
Tuhan seolah mengingatkan kita lagi. Great. Dan itu tamparan ketiga.
Bisa juga karena kita rakus, atau juga karena dosa2 kita ramadhan ini….
Tuhan….maafkanlah kami….
kadang keadaan tak sesuai dengan rencana.
Seringkali…kedaan selalu tak sesuai dengan harapan.
Betapa begitu banyak rencana dan keinginan yang tak terwujud, bukan karena ketidak gigihan hati ini mewujudkannya, bukan karena ketidak yakinan diri ini mempercayai segala impian akan terwujud…melainkan karena memang ternyata Tuhan belum berkehendak.
Tuhan mempunyai rencana lain, yang memang telah digariskan milyaran tahun sebelum manusia ada, yang sangat jauh bertolak belakang dengan rencana manusia. (Dan aku selalu yakin itu)
Kemudian rasa sakit memang terasa benar, juga rasa kecewa atas keeksistensian diri.
Namun akhirnya ketika aku sadar bahwa memang semua telah tercatatkan secara indah, rasa sakit dan kecewa itu perlahan hilang dengan sebuah harapan kepercayaan baru, bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik bagi makhluk yang dicintainya. Yang tak sebanding diberikan makhluk kepada Tuhannya.
Betapa Tuhan sangat menyayangiku.
Kenikmatan dari Tuhan atas keinginan yang belum tercapai, kemudian telah digantikan Tuhan dalam kenikmatan berwujud lain.
Yaitu kenikmatan yang terasa dari kegigihan hati yang tak lelah berharap, kenikmatan yang terasa ketika yakin bahwa segala impian bisa terwujud, kenikmatan yang terasa atas segala doa yang terucap. Kenikmatan yang mungkin jauh lebih nikmat dibanding dari nikmat ketika semua keinginan kita yang terwujud. Karena kita tidak pernah tahu….
Sekiranya sakit inipun sebuah nikmat, juga sebuah jalan lain menuju kenikmatan yang hakiki…
Nikmat bahwa Tuhan masih menyayangi kita dengan memberikan sebuah rasa sakit….
beteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…………
planning saya setengah tahun yang lalu tidak terlaksana. ahh… ip saya bukannya naik tapi malah turun. (bagi yang sudah sempat dengar cerita saya, jangan tertawa!)
awalnya memang sempat kecewa, tapi kemudian banyak orang bilang pada saya, “alah…ip engga terlalu penting” yang sedikit membuat saya lebih terhibur.( sedikit!)
Entahlah…saya merasa semester kemarin saya sudah berusaha keras untuk menaikkan ip saya…tapi mungkin terlalu ngoyo hasilnya jadi tak baik juga… atau jangan-jangan saya keseringan pulkam (hehehe)
yah..mungkin saya memang belum beruntung…memang belum waktunya. iya…mungkin semester depan. semoga… amin.
Sudah berapa ribu milyar kata kah yang telah kita ucapkan
dari mulut kita, sejak kita pertama kali bisa berucap
meski sekedar ma…ma…
Adakah dari semua kata itu yang bermakna,
yang ber-esensi, bertanggung jawab
ketika kita akhirnya dihadapkan pada dunia dan
manusia yang
sebenarnya…
saya punya teman, (sahabat dwong) sebut saja si T dan si N
Sebenarnya engga ada yang aneh dengan hubungan kami, cuma…. kami bertiga….jeng…jeng…jeng…telah berhasil menemukan sebuah teori baru, yang teori ini didapat dari hasil penelitian kami yang dijamin valid dan terpercaya (versi kami tentunya) mengenai sifat orang-orang bergolongan darah AB(kami bertiga bergolongan darah AB)
apalagi ya…???? Pokoknya intinya banyak hal di kami yang sama, yang pada akhirnya mencetuskan sebuah teori baru. Ya yang saya sebut di atas tadi…
NB: bagi anda yang bergolongan darah AB, tetapi teori di atas tidak berlaku pada anda mohon dimaklumi, karena sample penelitian terdiri tiga dari tiga orang bergolongan darah AB.
hehehehe……….
wah…udah lama engga nulis di sini, jadi kangen…)
Kadang-kadang saya pengen jadi guru.
Entahlah, tiba-tiba keinginan saya itu hadir begitu saja. Yang juga tiba-tiba pula seperti meluluhkan semua mimpi saya. Mimpi saya kerja di media.
Suatu ketika saat melihat gerombolan anak sd, ketika mereka saling bercerita, saling berkelakar mendadak saya pengin jadi guru sd. Jujur, dengan anak, saya –bukannya sangat suka, tapi biasa saja- selalu berpikir akan seperti apa ia kelak ketika besar. Mendadak saya merasa punya tanggung jawab moril atas mereka. Saya tiba-tiba ingin berperan dalam sedikit kehidupan mereka. Menyaksikan tumbuh kembang mereka. Ikut menanamkan sesuatu yang bisa membuat bangsa ini bangga atas mereka, atas anak-anak itu. Di situlah saya pengin jadi guru, yang akhirnya kadang membuat saya menyesal menolak keinginan bapak saya dulu yang menyuruh saya kuliah di kejuruan saja.
Saya jadi ingat kelakaran bapak saya kemaren dulu. Bapak saya suka cerita tentang teman-temannya. Anak mereka kuliah di mana, jadi apa sekarang, kerja di mana, dan rata-rata kebanyakan yang diceritakan si bapak saya adalah anak-anaknya pada jadi guru (atau mungkin bapak saya saja yang diceritakan yang jadi guru saja hehe =P). saya lalu nyeletuk :“eh pak, bapak koq yang diceritain putranya si pak anu, putrinya bu ini, anaknya pak itu….rata-rata koq pada jadi guru ya…..”
Dan tanggapan bapak saya :”lha iya, wong kamu aja yang mbalelo sendiri…” kata bapak saya sambil tertawa yang disusul tawa ibu saya juga. Saya juga ikutan tersenyum, manyun.
Ada pepatah,, buah jatuh tidak jauh dari induknya. Ada yang bilang, profesi seorang anak tidak beda jauh dari orang tuanya. Karena konon katanya, yang dimakan oleh si anak, yang jadi daging dan darah di tubuhnya, sejak kecil ya dari nafkah profesi orang tuanya itu. Jadi kadang saya juga berpikir :”jangan-jangan saya juga berujung jadi guru beneran” mengingat bapak saya beberapa waktu yang lalu sempet meminta kepada saya ;”nduk, lulus ini kamu nanti kuliah lagi saja, ambil akta. Biar bisa jadi guru” haha….omaigat…kuliah lagi.,…jedeng… awalnya saya memang langsung menolak. Males dong kuliah lagi, kalo nyelesaiin kuliah sekarang saja mesti empat tahu, tambah akta katanya dua tahun. Keburu tua di sekolah dong hehehe
Tapi lama-lama saya pikir,, bisa juga sie. Apalagi iming-iming bapak saya tentang uang pensiunan kalo guru negeri. Siapa yang engga mau coba, udah tua mangku cucu nikmatin duit pensiun. Wkekekke… ^___________________^
Iya, kadang-kadang saya pengen jadi guru.


Itu kubus saya kasih nama seperti itu. KSK. Sebenarnya itu kubus sebuah maianan yang bentuknya kubus (ya iyalah!) dengan tiap sisi berwarna beda dan terdiri dari 9 kotak tiap sisinya tadi
Sejak kecil, saya sudah tahu mainan ini. Tapi benar-benar memainkan dan memilikinya baru pas SMA (kelas 2 pula, ohmaigat.. betapa masa kecil saya kurang bahagia.. =D KSK ini dikenalkan si dini (dini yang teman saya anak sastra inggris undip). Say masi ingat dia mengenalkan pertama kali di masjid sma pas ada rapat SKI :”aku duwe dolanan apik”(saya punya mainan bagus/red) kata dia sembari mengeluarkan si KSK dari tas birunya. Awalnya jaim juga untuk tertarik :”halah…opo tah…koyo cah cilik ae!” (apaan sie,, kaya anak kecil saja/red). Tapi akhirnya……..tetep main juga. Dia juga akhrnya promo :”nitip aku ae rak wis, tak tukokno regane loro setengah” (nitip saya saja, harganya dua setengah/red). Biasa, kalo si dini uda promo engga ada yang bisa nolak hehe. Akhirnya sngkat cerita saya punya si KSK ini.
Awalnya pas di rumah saya mainkan, semua keluarga dari ibu, bapak, juga adek saya mencooh saya (mencmooh??!) :”anak sma kok main kaya anak sd saja”
Tapi kata saya :”ini tuh emang mainannya orang gedhe. Anak kecil mana bisa”
Malah lama-lama adik saya ikut tertarik main.
Si KSK juga saya populerkan di sekolah dengan teman-teman sekelas saya. Pada saat itu, baru beberapa waktu ajaran baru. Tean-eman sekelas saya baru, jadi saya yang pada dasarnya memang sedikit bermasalah dengan lingkungan dan suasana baru belum begitu akrab dengan mereka. Dan,,,,berkat si KSK ini, saya jadi lumayan lebih mengenal teman-teman saya di ips 2. (inilah salah satu keajaiban kubus ini).
Untuk beberapa waktu si KSK naik pamor, jadi andalan permainan yang sumpah…susah banget…
Dan ketika akhirnya semua sudah bisa menyelesaikan meski Cuma satu sisi…lama-kelamaan si KSK jadi turun pamor. Malah terus pecah…gara-gara jatoh berkali-kali, kemudian yang terakhir diemut si dedek sepupu trus dibanting. Hancur deh berkeping-keping.
Dua tahun berlalu saya sempet lupa sama mainan inin. Sampai akhirnya saya, adek, dan sodara cewek saya jalan-jalan ke Ramayana kudus dang a sengaja nemu si KSK ini dan kita beli. Mulai lagi de… berkutat dengan kubus ini.
Si KSK akhirnya tanpa sepengetahuan adek sya, saya bawa KSK ke kosan (itung0itung ngasah otak). Dan saya mainkan lagi. Untuk beberapa saat, saya memng bingung mainnya. Malah sejak beli dari ramayanan saya belum bisa sekalipun berhasil menyelesaikan satu sisinya. Susssaaaaaaaah banget. Sampai akhirnya saya berhasil satu sisi. Kemudian sisi yang lain, yang lain, dan yang lainnya lagi. Rasanya benar-benar fantastis…amazing.
Ini sungguh baru saya sadari. Seolah tangan saya bergerak sendiri tanpa dikomando. Benar-benar ajaib. Mungkin begini reka peristiwanya :
-pas belum bisa-
Otak :”tangan, itu kotak merah yang diknan bawah puter dulu”
Tangan :”iya”
Otak :”yang merah kiri pindah ke atas”
Tangan :”iya”
Otak :”tengah biar ditengah aja. Yang atas itu geser kanan, trus pindah ke atas, dikunci duku yang bawah”
Tangan :”………….”
Otak :”terus digeser lagi, pindah kiri”
Tangan :”………….”
Otak :”kok malah bubar lagi!!”
Tangan :”…………..”
Otak :”bodoh!!”
-pas uda bisa-
Otak :”yak, yang kanan itu simpen dulu, geser knan lagi, yang atas pindah bawah”
Tangan :” =D hmm……”
Otak :”yap.berhasil.akhirnya…..”
-pas uad berkali-kali bisa-
Otak :”……….”
Tangan :”……….”
Otak :”……….”
Tangan :”……….”
Otak & tangan :”bosen ah, uda bisa mulu”
Dan pas uda sering bisa, si otak sama si tangan akhirnya uda ga usa kaya kerjasama. Kaya uda apal arah-arahnya.
Dan menuru saya, ini benar-benar menakjubkan. (ini keajaiban lainnya). Inlah mengapa saya akhirnya menamakan kubus mainan ini Kubus Sejuta Keajaiban. Karma itu tadi, benar-benar amazing mainan ini. Fantastic,,woaow….
Satu kendala, ini juga yang dikehendak otak saya yaitu belum bisa membuat ke6 sisinya berwarna sama. Ga acak-acakan lagi. Ngembaliin warna kubus seperti pas kita pertama saya beli dulu. Ini masi tantangan (dua sisi aja ga bisa-bisa!!)
Dan mari kita coba….^_________^
saya berkhianat. saya berkhianat sama komitmen saya sendiri. saya malu. komitmen yang saya pelihara mulai kelas dua sma.
komitmen engga nyontek. oh my god… padahal kalo ingat susah sekali lepas dari hobi saya yang suka ‘ngepek’ sejak smp dulu. saya malu…s aya merasa bersalah. kecewa sama diri saya sendiri.
memang. setiap kali kesalahan terlakukan, sebenarnya ada rasa bersalah yang sangad terasa.
dan ketika saat saya melakukan kesalahan, tak jarang saya sadar bahwa apa yang saya lakukan adalah salah. diri saya bahkan sering menolak bahwa apa yang saya lakukan itu salah. apalagi hati saya. dia memberontak.
tapi entahlah, selalu suatu kesalahan terbuat, terbuat dan terbuat lagi…
jadi ingat kata arial di 5cm…(apa ya…saya lupa)…tapi kira-kira begini… pas arial, riani, ian, zafran, genta diskusi tentang…ummm… apa ya… (apalah saya lupa), pokoknya intinya itu seseorang tau, kalo sebenarnya dia salah ketika melakukan kesalahan meskipun ia senang. diri sama hatinya menolak kesenangan itu karena mereka tau kalo itu salah. ya…begitulah pokoknya.. =P
bener emang.
saya juga begitu. meski saya seneng, tapi ada rasa bersalah.
saya sadar yang saya lakukan salah, tapi setan nempel kuat sama saya.
setan terlalu pintar mengusai saya. setan ada di otak saya.
saya setannya?!